Sudah lama tidak update blog, padahal banyak sekali ide yang hendak dituliskan. Tapi sampai kini masih sebatas wacana.
Mungkin karena saya sedang banyak kerjaan.
Mungkin karena masih asyik jalan-jalan.
Mungkin juga karena terlalu banyak beban pikiran.
Atau mungkin karena terlalu banyak kemungkinan untuk mencari alasan pembenaran.
Entahlah…
Terkadang lucu itu menjadi relatif kala hati sedang tidak gumbira ria. So, gumbiralah sebelum anda mengklik kategori ini, sehingga kelucuannya akan dapat anda rasakan. Have a Smijeh!
Tidak mengklik kategori ini tidak akan berefek apapun terhadap kegiatan jalan-jalan anda. Tapi membaca satu atau dua postingan di kategori ini pasti akan lebih menambah asyik perjalanan anda. Coba saja jika tak percaya!
Sudah lama tidak update blog, padahal banyak sekali ide yang hendak dituliskan. Tapi sampai kini masih sebatas wacana.
Mungkin karena saya sedang banyak kerjaan.
Mungkin karena masih asyik jalan-jalan.
Mungkin juga karena terlalu banyak beban pikiran.
Atau mungkin karena terlalu banyak kemungkinan untuk mencari alasan pembenaran.
Entahlah…
Pemandangan yang sudah lazim terlihat, bahwa urutan pertama dari ritual makan tidak lagi berdoa, namun memfoto makanan tersebut, upload ke social media, berdoa, lalu bersantap bersama. Demikian pula dengan akhir dari jamuan makan atau acara kumpul-kumpul, seringnya diakhiri dengan kegiatan foto bersama, kemudian di-upload ke social media pada saat itu juga.
Akan tiba saat ketika keturunan kita akan terheran-heran bahwa kita tidak mengetahui hal-hal yang begitu jelas untuk mereka… Banyak penemuan disediakan untuk abad-abad yang akan datang, tatkala kita sudah dilupakan orang. Alam semesta kita bukan apa-apa kecuali di dalamnya terdapat sesuatu bagi setiap kurun waktu untuk diselidiki …. Alam tidak mengungkapkan rahasianya sekaligus.
Ahya, saya jadi ingat… saya pernah ngetweet perihal ini. Bahwa pertemanan yang dijalin melalui blog ikatannya bisa lebih dalam dibanding pertemanan yang dijalin via Twitter. Mungkin karena faktor yang saya sebutkan di atas kali ya. Jalinan pertemanan yang terbentuk via blog melalui upaya yang lebih besar dibanding jalinan yg terbentuk via Twitter. Diawali dari melakukan kunjungan ke blog seseorang, membaca satu atau lebih tulisan yang ada di blog tersebut, mengapresiasinya dalam bentuk komen, memberikan back link sebagai bentuk tanggung jawab dari komen yg diberikan sekaligus sebagai alasan perkenalan, dan tentu saja harapan untuk dikunjungi balik. Panjang memang, dibandingkan dengan twitter yang hanya dengan mention-mentionan, janji kopdar, semua bisa jadi teman. Easy come easy go…
- Coba bayangkan, setiap kata yang keluar dari tiap orang yang ada di sekitarmu bisa menjadi setan bagi pikirmu. Jika tidak punya benteng pertahanan diri yang kuat, maka pikir kita akan mudah terseret pada apa yg dikatakan oleh orang di sekitar kita. Padahal pola pikir adakah sumber dari polah laku. Kalo pola pikir mudah terpengaruhi, maka biasanya perilaku akan mengikuti. Jika sudah demikian, apa bukan setan namanya?