SERIBU SOLAR LANTERN

Terlambat. Bergegas saya menuju ruangan tempat acara berlangsung. Sudah rame, dan tentu saja acara telah dimulai. Sembari duduk saya membuka materi yang dibagikan. Michiko Ogawa, perempuan yang sedang berdiri di podium, General Manager of CSR & Citizenship Group, Groupwide Brand Communications Division, Panasonic Corporation, sedang menyampaikan sesuatu. Tentang  Solar Lantern Panasonic yang mencerminkan komitmen brand tersebut untuk terus mendukung perkembangan […]

Tesserae Ke Sekian

Bulan Purnama itu selalu jadi kawan setianya. Dan setiap kali purnama pula, ia selalu duduk di luar, di teras kamarnya, untuk kemudian melakukan percakapan dengan sang Bulan. Percakapan apa adanya, tanpa tendensi dan pretensi. Percakapan sederhana tentang arti berdiam diri. Tentang ia, Bulan, dan hening malam. Seperti malam ini. Dengan segelas jus melon di tangan, dan setoples kecil kacang mete, […]

Hey Jude

Bingung. Itu yang sekarang saya rasakan. Masak lagu bisa menghantui kita sih? Masak iya, dihantui kok sama lagu? Dihantui lagu yang bahkan kita tak merasa punya kenangan dengan lagu tersebut? Aneh. Tapi itulah yang saya rasakan hampir 3 bulan ini. Berawal dari postingan seorang kawan di path, tentang infografik lagu Hey Jude. . Saya mengamati pola infografiknya, membaca liriknya, dan […]

Perjalanan Malam

Ia berlari, menyusul waktu supaya tak terlambat untuk bertemu. Namun sesampainya di tempat yang telah ditentukan, ia tak melihat sosok yang barusan mengiriminya pesan “Aku sudah hampir sampai, mas. Don’t make me wait for so long, I’m afraid to be alone.” Ia mulai mencari, melihat sekitar berharap menemukan sosok yang sudah ia kenal tersebut. Tak ada. Ia masih mencoba mencari, […]

Tentang Kasus “Titip Doa Baitullah”

Tentang Kasus “Titip Doa Baitullah”

Menarik untuk dicermati. Jika membaca pembelaan-pembelaan yang diberikan, bisa jadi program titip doa ini memang hanya kesalahan olah bahasa pada e-posternya. Namun begitulah sisi kejam social media. Sekali bola salju digelindingkan oleh orang yang tepat dengan isu yang menarik, maka efeknya akan sulit untuk dibendung. Sialnya lagi, akun @AhmadGozali yang didapuk sebagai pendoa dan disinyalir sedang berada di tanah suci, ketika ngetweet, geo location-nya terdeteksi sedang di Rawasari, Jakarta. Bullying kedua pun terjadi. Makin banyak yang menghakimi dengan menggunakan dua peluru: titip doa berbayar dan geo location yang tidak menunjukkan sedang di tanah suci.