Kita tak bisa menghindari gelombang kebudayaan yang bergulung-gulung menghampiri pantai kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah memilih salah satu gelombang tersebut untuk dapat membawa kita ke arah seperti yang kita mau. Tidak ada yang benar ataupun salah dalam pemilihan gelombang tersebut, yang ada hanyalah kesiapan mental kita saat menerima hempasannya.
Hanya karena sebutan Tuhan yang beda, maka atas nama Tuhan pula kita perangi yang beda tersebut. Hanya karena ritual puja-puji yang beda, maka kita berhak mengajarkan dengan cara kita bagaimana yang seharusnya. Dan setelahnya, setelah kehancuran dan kesakitan itu, kita merasa telah menjadi yang luar biasa.