Ruangan itu hanya disekat dengan pembatas seadanya. Kain panjang bak gorden memisahkan mereka. Si akhwat nan cantik dan lembut di sisi satunya, dan sang ikhwan yang bersahaja di sisi yang lain.
Ta’aruf pertama
Ikhwan : Assalamualaikum…
Akhwat : Waalaikum salam…
Ikhwan : Boleh tahu nama lengkapnya?
Akhwat : Saya Nuruliyah Hemawati
Ikhwan : Saya Abidin Zaelani, biasa dipanggil Abid.
Akhwat : Panggil saya, Nurul saja…
Ikhwan : Usia Nurul berapa ya? Kalau saya 25 Tahun, bekerja sebagai guru SMP Negeri.
Akhwat : Saya 22 Tahun, bekerja sebagai salah satu staff di TK.
Ikhwan : Boleh tahu kriteria suami …
Axel Michaels, seorang Indolog, menulis dalam bukunya tentang Hinduisme bahwa dalam konteks India kata “sekte tidak menunjukkan adanya perpecahan atau komunitas yang terasingkan, melainkan lebih pada suatu tradisi yang terorganisir, yang biasanya didirikan oleh si pendiri yang melakukan praktik-praktik asketik.” Dan menurut Michaels, “Sekte-sekte India tidak memusatkan perhatian pada ajaran sesat, karena tidak adanya pusat atau pusat yang menuntut membuat hal ini tidak mungkin. Sebaliknya, fokusnya adalah pada para penganut dan pengikutnya. (dikutip dari Wikipedia)
Di era New Wave, kata sekte disini diartikan sebagai sebuah komunitas yang sengaja dibentuk untuk penciptaan …
““Energi di dunia ini bersifat tetap dan tidak akan diciptakan lagi serta tidak akan pernah hilang, yang ada hanyalah berubah bentuk”
Begitu tulisan yang saya baca pada sebuah buku yang sangat inspiratif. Bercerita tentang buah perbuatan yang pasti akan kembali ke empunya dengan jumlah yang sama, tidak kurang, juga tidak lebih. Persis, sesuai besaran energi yang dikeluarkan untuk melakukan perbuatan tersebut. Tak peduli apakah perbuatan tersebut bersifat positif maupun negatif, semua pasti kembali kepada empunya.
KARMA. Ada sebagian orang menyebutnya demikian.
Jumlah usaha = hasil usaha
Demikian rumusan yang tertulis dalam buku tersebut.
Jika kita …
Seorang sahabat laki-laki untuk kesekian kalinya datang ke tempat saya dan mulai mengeluhkan perkawinannya yang penuh dengan “huru-hara”.
“Semalam aku “perang” lagi. Duh, capek wie… “
Dilain waktu dia pernah berkata,
“Sepertinya aku sudah mulai depresi, stress beraat! Pekerjaan di kantor dan tingkah istri yang selalu mengajak bertengkar benar-benar telah membuat otakku lelah untuk bekerja. Aku hampir gila, dan tak tahu lagi mesti gimana.”
Di waktu yang lain lagi, dimana kesabaran saya untuk mendengar keluhan-keluhan senada telah pada titik jenuh, saya mulai sedikit keras menyentilnya :
Sahabat : Pertengkaran dengan istriku akhirnya seperti sebuah keharusan …
Beep..beep… Layar ponselku menyala, ada sms masuk.
- kamis, jam 9 mlm ada film bagus di ANTV, ‘Pay It Forward’ Rugi kalo gak nonton.
Sms dari seorang sahabat itu telah mampu membuat saya bertahan di channel tv yang jarang saya tonton tersebut. Pay it forward, film jadul yang sudah saya tonton beberapa kali. Tapi anehnya, setiap kali ada kesempatan untuk dapat menontonnya kembali, saya selalu tak pernah melewatkannya.
“Aku akan berbagi kebaikan kepada tiga orang, dan masing-masing dari tiga orang yang menerima kebaikanku tersebut harus membalasnya dengan cara membagi kebaikan kepada tiga …