Hal-hal semacam inilah yang kemudian menimbulkan kecemburuan sosial dan kebencian antara kedua belah pihak. Bahkan stigma negatif terhadap Warga Tionghoa juga muncul pada masa Pangeran Diponegoro (1825 – 1830) dimana wanita-wanita Tionghoa dianggap sebagai penyebab kekalahan Pasukan Diponegoro dan Sastradilaga (Tertulis dalam Serat Babad Diponegoro Maskumambang XXXIII).