<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>GudAnGku!</title>
	<atom:link href="http://www.wiwikwae.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.wiwikwae.com</link>
	<description>dimana aku bisa menyimpan sesuatu ...</description>
	<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 04:54:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>CIUM</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/07/cium.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/07/cium.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2010 13:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG POJOK]]></category>

		<category><![CDATA[Sehat]]></category>

		<category><![CDATA[Selintaspikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=594</guid>
		<description><![CDATA[Begitulah, suatu kali dia pernah menantang saya untuk melakukan hal tersebut. Tantangan yang membuat saya kemudian berpikir apakah harus menerima, atau cukup menggodanya seperti biasa : mengirim emo kecup di papan percakapan kami.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kiss me.</p>
<p>Begitulah, suatu kali dia pernah menantang saya untuk melakukan hal tersebut. Tantangan yang membuat saya kemudian berpikir apakah harus menerima, atau cukup menggodanya seperti biasa : mengirim emo kecup di papan percakapan kami.</p>
<p>Haruskah aku menciummu seperti ini?</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-610" title="animal-kisses-4" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/07/animal-kisses-4-300x201.jpg" alt="animal-kisses-4" width="300" height="201" /></p>
<p>Ato Seperti ini?</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-599" title="naekmeja-kiss1" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/07/naekmeja-kiss1-300x201.jpg" alt="naekmeja-kiss1" width="268" height="179" /></p>
<p>Ato yang agak2 nyeni seperti ini?</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-597" title="ikan-kiss" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/07/ikan-kiss-300x172.jpg" alt="ikan-kiss" width="220" height="126" /></p>
<p>Yang Liar, mungkin?</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-598" title="monyetgrayak-kiss-jpeg" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/07/monyetgrayak-kiss-jpeg-300x199.jpg" alt="monyetgrayak-kiss-jpeg" width="255" height="170" /></p>
<p>ah, lupakan&#8230;.</p>
<p>Saya hanya becanda. Terlepas dari becandaan tersebut, konon ciuman dapat melenturkan otot-otot wajah  dan mencegah keriput. Disamping itu ciuman juga dapat menstimulasi sirkulasi darah di wajah  sehingga mampu menghilangkan tanda-tanda kelelahan.</p>
<p>Menurut artikel yang saya baca, sebuah ciuman yang  cukup intens, akan menggerakkan semua otot wajah. Dikombinasikan  dengan desakan adrenalin serta pelepasan sejumlah neurotransmitter saat berciuman, ternyata dapat membakar sejumlah kalori lebih cepat  dari yang dibayangkan. Jadi, ciuman bisa jadi salah satu alternatif diet yang mengasyikkan.</p>
<p>Dan saya, kepadanya, hanya mampu melakukan ini,</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-601" title="eskimo-kiss" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/07/eskimo-kiss-300x235.jpg" alt="eskimo-kiss" width="204" height="160" /></p>
<p>Sebatas cium goda-goda. Padanya, yang selalu menggoda hari-hari saya dengan tawa renyah itu.</p>
<p>Salam,</p>
<p>-wiwikwae-</p>
<p>ps : foto di dapat dari hasil pencarian di google.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/07/cium.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TESSERAE</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/07/tesserae.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/07/tesserae.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 14:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG HIBURAN]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[CERBUNG]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Misteri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[Laki-laki ini, entah dari mana datangnya, tiba-tiba dia ada disini, sekarang, bersamaku. Menikmati senja yang tak lagi jingga. Senyum yang tadinya terlihat masih malu-malu saat awal perjumpaan, kini sudah berganti dengan tawa yang menenggelamkan sebagian rasaku. Aku menyukai tawa itu. Tawa yang seringkali terdengar diantara percakapan tak bermakna ini.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-528" title="tesserae" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/07/tesserae-300x199.jpg" alt="tesserae" width="300" height="199" />Sore beringsut senja. Semburat dibatas cakrawala yang biasanya terlihat jingga kini menawarkan warna kuning redup. Kami mulai menyusuri jalan sunyi itu. Tak perlu ada kesepekatan, tak perlu ada perjanjian, dan tak perlu mencari tahu siapa sang pemula, kami terus menyusurinya. Dengan sesekali senyum malu-malu muncul sebagai penghias.</p>
<p align="LEFT">
<p align="LEFT">Angin sore yang semribit seolah-olah ingin menggoda senja malu-malu kami. Dimainkannya helai-helai rambutku hingga menutup wajah. Aku sedikit gelagepan.</p>
<ul>
<blockquote>
<p align="LEFT">- Kamu lucu</p>
<p align="LEFT">+ Apa? <em>Sembari 	tanganku sibuk menyibak rambut yg beberapa helainya masih menutup 	wajah.</em></p>
<p align="LEFT">- Iya, ekspresi kamu lucu. 	Aku merasa terhibur</p>
<p align="LEFT"><em>Tiba-tiba aku menginginkan angin meniup rambutku hingga menutup wajah kembali. Malu.</em></p>
</blockquote>
</ul>
<p align="LEFT">Entah kenapa, berdekatan dengan laki-laki ini selalu membuatku tersipu-sipu malu. Baik melalui tatapan mata, maupun kata-kata puji sederhana yang keluar dari mulutnya. Jalan sunyi itu masih terus kami selusuri. Menikmati kuning senja diantara rimbun pepohonan. Sesekali satu dua daun yang berguguran menarik perhatian kami. Ku pungut satu helainya yang masih terlihat hijau.</p>
<ul>
<blockquote>
<p align="LEFT">+ Kamu tahu ga, kenapa daun 	yang seharusnya masih bertengger pada ranting pohon itu memilih 	untuk menjatuhkan dirinya tepat di hadapan kita?</p>
<p align="LEFT">- Uhm&#8230;. apa ya&#8230;. Ga 	tahu.</p>
<p align="LEFT">+ Ayo, coba jawab dengan 	kalimat yang lebih menarik dong.</p>
<p align="LEFT">- Uhm&#8230; karena daun itu 	rapuh?</p>
<p align="LEFT">+ Bisa sih&#8230; Tapi aku punya 	jawaban yang lebih bagus.</p>
<p align="LEFT">- Apa?</p>
<p align="LEFT">+ Serendipity</p>
<p align="LEFT">- Maksudnya?</p>
<p align="LEFT">+ Pikir aja sendiri.</p>
<p align="LEFT">- Yaaah&#8230; curang deh. 	Ngasih pe er nih ceritanya?</p>
<p align="LEFT">+ Enggak.</p>
<p align="LEFT">- Lalu?</p>
<p align="LEFT">+ Hanya ingin melihat kamu 	penasaran. Aku menyukai ekspresi penasaran kamu&#8230;</p>
<p align="LEFT"><em>Tak perlu melihatnya, tak 	perlu memberinya kesempatan untuk mengetahui bahwa ada semu merah di 	wajah naifku.</em></p>
</blockquote>
<p align="LEFT"><em></em>Mencuri pandang melalui sudut mata, 	aku menangkap senyum malu yang terus saja mengembang, meski 	percakapan tadi sudah beberapa saat berlalu.</p>
<p align="LEFT">Masih hening.</p>
</ul>
<p align="LEFT">Laki-laki ini, entah dari mana datangnya, tiba-tiba dia ada disini, sekarang, bersamaku. Menikmati senja yang tak lagi jingga. Senyum yang tadinya terlihat masih malu-malu saat awal perjumpaan, kini sudah berganti dengan tawa yang menenggelamkan sebagian rasaku. Aku menyukai tawa itu. Tawa yang seringkali terdengar diantara percakapan tak bermakna ini.</p>
<blockquote>
<p align="LEFT">- Peganglah tanganku jika 	kamu merasa lelah berjalan melenggang</p>
<p align="LEFT"><em>Deg! Aku tak berani menatap 	wajahnya. Tawaran itu membuat jantungku berdetak dua kali lebih 	cepat. Tawaran sederhana yang lagi-lagi membuatku bersikap norak.</em></p>
</blockquote>
<p align="LEFT">
<p align="LEFT">Aku menoleh, menatapnya dengan senyum malu-malu, dan tanpa diminta dua kali, dia menyodorkan lengannya untuk aku pegang. Membagi sebagian berat tubuhku di situ. Dan kami melanjutkan perjalanan.</p>
<p align="LEFT">
<p align="LEFT">Senja semakin teduh. Semilir angin mulai terasa dingin membelai kulit. Kami masih terus menyusuri jalan sunyi ini. Masih dengan obrolan penuh canda, sesekali ada cubitan manja mendarat di lengan kekarnya. Dia semakin sering menggodaku dengan kalimat-kalimat sederhananya. Entah sudah berapa kali wajahku dibuatnya bersemu merah, laiknya anak gadis yang baru pertama kali mengenal cinta.</p>
<p align="LEFT">
<p align="LEFT">Cinta? Eh, apa kabarmu sekarang? Sudah lewat semester, dan ternyata aku telah berhasil tak menyentuhnya. Meninggalkannya di suatu masa, dalam ruang perjanjian, dengan harap dapat ditemukan dan dirawat oleh seseorang yang lain.</p>
<blockquote>
<p align="LEFT">- Kamu masih mencintainya?</p>
<p align="LEFT">+ Mencintai siapa? Oh, Sang Cinta? Awal tahun ini kami sepakat, lebih tepatnya aku sepakat untuk menghentikan rasa itu.</p>
<p align="LEFT">- Kenapa?</p>
<p align="LEFT">+ Tesserae</p>
<p align="LEFT">- Apa lagi itu? Banyak banget kode dalam kalimat-kalimatmu.</p>
<p align="LEFT"><em>Aku tersenyum ke arahnya. Mempererat peganganku, sembari merebahkan kepala di lengannya. Diam. Tak hendak menjawab pertanyaannya.</em></p>
<p align="LEFT">- Haruskah aku memecahkan kode-kode itu? Ato aku biarkan saja?</p>
<p align="LEFT">+ Kata hatimu yang nanti akan menuntun apakah kamu akan memecahkan kode tersebut atau memilih untuk membiarkannya.</p>
<p align="LEFT"><em>Dia tersenyum. melepaskan pegangan tanganku. Menggantinya dengan dekapan hangat. Kupasrahkan tubuhku dalam dekapannya</em>.</p>
<p align="LEFT">- Ya&#8230; Kita lihat saja nanti. <em>Dikecupnya lembut ubun kepalaku.</em></p>
</blockquote>
<p align="LEFT">
<p align="LEFT">*Bersambung. Tungguwae*</p>
<p align="LEFT"><em><br />
</em></p>
<p align="LEFT">
<p align="LEFT">
<p align="LEFT">
<ul>
<p align="LEFT">
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/07/tesserae.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Di PINGGIR JALAN KESUNYIAN</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/07/514.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/07/514.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 09:56:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG POJOK]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<category><![CDATA[Selintaspikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Bagi daun, pohon adalah,

Bayangan yang meneduhkan sedih lara hati

Sang kekar yang menguatkan labil diri

Pribadi penuh tawa yang menceriakan hari

Sosok tak terduga di barisan para pengantri

Dentingan bunyi yang selalu ia nanti

Dan sesuatu yang tak ingin cepat-cepat ia tinggal pergi.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-513" title="lonely-night" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/07/lonely-night-225x300.jpg" alt="lonely-night" width="225" height="300" />Angin masih membawa terbang sang daun. Musim yang tak menentu ini membuatnya enggan untuk terbang jauh. Namun entah bagaimana mulanya, daun tiba-tiba berada pada ranting pohon itu. Pohon yang berdiri kokoh di pinggir jalan kesunyian.</p>
<p>Pohon yang menawarkan keteduhan. Pohon yang aliran perhatian dari sang akar membuat daun tak pernah merasa kering. Pohon yang menawarkan rantingnya untuk dapat disinggahi daun, meski mungkin hanya untuk sementara.</p>
<p>Daun menikmati lengangnya hari yang disuguhkan Pohon. Tak perlu banyak pertanyaan, hanya keceriaan dan kemesraan. Di Jalan Kesunyian itu, daun bisa merasakan nikmatnya berayun manja pada ranting pohon tanpa harus takut diusik oleh desir angin.</p>
<p>Bagi daun, pohon adalah,</p>
<p>Bayangan yang meneduhkan sedih lara hati</p>
<p>Sang kekar yang menguatkan labil diri</p>
<p>Pribadi penuh tawa yang menceriakan hari</p>
<p>Sosok tak terduga di barisan para pengantri</p>
<p>Dentingan bunyi yang selalu ia nanti</p>
<p>Dan sesuatu yang tak ingin cepat-cepat ia tinggal pergi.</p>
<p>Dan aku&#8230;&#8230;</p>
<p>Aku adalah hijau yang menceriakan penatnya hari</p>
<p>Pengubah desir angin menjadi semilir di siang nan terik</p>
<p>Bayang pelengkap di temaram senja</p>
<p>Lagu syahdu di jelang malam yang mulai sepi</p>
<p>Lalu kami pun berpadu menjadi bagian dari kisah sunyi yang tak hendak dibagi.</p>
<p>Musim masih saja terus berganti tak sesuai periode waktu. Saat ada kesempatan untuk pergi, Daun justru menemukan alasan untuk tetap tinggal.</p>
<p>&#8230;&#8230;</p>
<p><em>Daun pergi, karena tertiup angin atau karena pohon tak  memintanya untuk tinggal?</em></p>
<p>Salam,</p>
<p>-wiwikwae-</p>
<p>*Terinspirasi oleh tulisan Daun, Pohon, dan Angin. Yang pernah ditulis juga <a href="http://www.wiwikwae.com/2009/02/cinta-daun-kepada-sang-pohon.html">disini</a></p>
<p><em>image diambil dari <a href="http://www.google.com/imgres?imgurl=http://ariaristides.files.wordpress.com/2007/04/lonely-night.jpg&amp;imgrefurl=http://ariaristides.wordpress.com/2007/04/page/2/&amp;usg=__sgCqWWFKULGT5ZLuws5K1Bjtn_o=&amp;h=900&amp;w=675&amp;sz=123&amp;hl=en&amp;start=3&amp;tbnid=iBymMIThpG8PoM:&amp;tbnh=146&amp;tbnw=110&amp;prev=/images%3Fq%3Dpohon%2Bsendiri%26um%3D1%26hl%3Den%26client%3Dfirefox-a%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26biw%3D1024%26bih%3D617%26tbs%3Disch:10%2C6025&amp;um=1&amp;itbs=1&amp;biw=1024&amp;bih=617">sini</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/07/514.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PREDATOR : Diburu &#038; Memburu</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/07/predator-diburu-memburu.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/07/predator-diburu-memburu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 06:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG HIBURAN]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[Untuk dapat mengubah kondisi pasif menjadi aktif, terkadang memang harus dikesampingkan yang namanya perasaan, selain taktik bertahan tentunya. Royce mengajarkan kepada kita, kapan saatnya kita harus "sendiri", dan kapan saatnya kita harus "berbagi".]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-medium wp-image-505" title="predator" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/07/predator-300x225.jpg" alt="predator" width="333" height="250" />Meski tengah diburu, mereka tetap seorang pemburu&#8230;.</em></p>
<p>Layaknya film-film sci-fi, elemen imajiner banyak tersaji dalam Predator. Dan jika Anda salah satu dari orang-orang yang tidak ingin terganggu oleh elemen-elemen seperti plot, karakterisasi, akal sehat atau logika, maka tontonlah film ini.</p>
<p>Film tentang perburuan manusia yang dilakukan oleh sejumlah alien. Perburuan rekayasa, dimana para alien dan manusia yang diburu memang sudah disiapkan oleh &#8220;dalang&#8221; yang hingga film berakhir, tetap tak diketahui ujudnya. 8 Manusia pilihan dari berbagai latar catatan kehebatan (baca: kejahatan) mereka, dibuang ke sebuah pulau dan diadu oleh alien-alien ciptaan yang dari waktu ke waktu selalu diperbaharui  tingkat kehebatannya. Dan sehebat apapun alien-alien itu diciptakan, tetap manusia lah yang jadi juaranya.</p>
<p>Bisa ditebak. Ego seorang manusia yang tak mau dikalahkan dengan apapun juga, termasuk dengan cerita karangannya sendiri. Sangat menyenangkan saat kita mengetahui, bahwa manusia dapat keluar sebagai juara dalam sebuah pertempuran melawan yang bukan &#8220;manusia&#8221;.  Entah apapun itu ujudnya. Dan untuk dapat keluar sebagai juara, tak jarang kita harus mengorbankan manusia lain, demi sebuah eksistensi diri. Eksistensi sebagai organisme terpintar. Yang mampu mengubah kata &#8220;diburu&#8221; menjadi &#8220;memburu&#8221;.</p>
<p>Untuk dapat mengubah kondisi pasif menjadi aktif, terkadang memang harus dikesampingkan yang namanya perasaan, selain taktik bertahan tentunya. Royce mengajarkan kepada kita, kapan saatnya kita harus &#8220;sendiri&#8221;, dan kapan saatnya kita harus &#8220;berbagi&#8221;.</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Kamu terlalu memikirkan orang lain, hingga kamu lupa memikirkan dirimu sendiri.&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Scene dimana Brody menyelamatkan Alice Braga, yang telah dikhianati oleh kawan satu tim, sang dokter abnormal, dimana sebelumnya dokter tersebut telah ditolong oleh Alice. Sebuah pertolongan yang didasarkan akan sebuah tanya &#8220;dimana perasaanmu&#8221;. Ternyata, dalam sebuah perburuan, terlalu dalam bermain-main perasaan dapat mencelakakan diri sendiri. Demikian pula sepertinya dengan perburuan hidup&#8230;</p>
<p>Menurut saya, tidak ada yang menarik dari film ini, selain adegan terakhir saat Adrien Brody, sang aktor utama, bertarung melawan Predator. Disamping badan kekarnya, karakter Royce benar-benar dihayati oleh Brody melalui mimik wajah yang seolah-olah tak dapat dipercaya, tapi kehadirannya sangat dibutuhkan.</p>
<p>Yeah, the next adorable star. Yang mungkin diimpikan sebagian wanita untuk dapat bergelayut manja dan menjatuhkan diri di dada bidangnya.</p>
<p>Tapi bagi saya, cukup menyenangkan dapat bersembunyi dibalik lengan kekar laki-laki itu&#8230;</p>
<p>Salam,</p>
<p>-wiwikwae-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/07/predator-diburu-memburu.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>AKHIRNYA KE LAUT</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/05/akhirnya-ke-laut.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/05/akhirnya-ke-laut.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 May 2010 05:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG BERITA]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG INSPIRASI]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[Lagu]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Lajunya semakin lincah. Tak lagi ada halangan, karena semua telah ia pelajari. Tak ada lagi yang namanya tantangan, karena semua telah ia taklukkan. Namun ia terus melaju. Mengikuti aliran air yang terus membawanya. Menjauh.... dan semakin jauh.....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-494" title="laut1" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/05/laut1-300x225.jpg" alt="laut1" width="326" height="244" />Laki-laki muda itu terpekur di tepian sang perkasa. Larut. Hanyut. Angannya terbawa oleh aliran air yang tak seberapa deras itu. Angan yang sungguh sederhana. Tentang sebuah kabar keindahan Sang Amerta. Dan pengembaraan pun dimulai.</p>
<p>Angannya mulai mengapung, menyusuri setiap kelokan yang ada. Terus mengapung. Menikmati keindahan yang tersaji di sepanjang aliran yang ia lalui. Sesekali sebongkah batu besar mengganjal laju perjalanannya. Namun tak mengapa baginya, perjalanan tetap harus diteruskan. Sungai ini begitu lebar, begitu panjang, sehingga tak ada yang perlu dikhawatirkan. Bongkahan batu, riak-riak kecil, dan luberan air yang kadang tak terkendali melewati pinggiran sungai, membuat perjalanannya lebih bermakna. Ada perjuangan yang harus ia keluarkan. Dan itu membuatnya menjadi hidup.</p>
<p>Laju air masih terus membawanya, jauh, dan semakin jauh. Bongkahan batu tak lagi menjadi kendala, karena dia sudah belajar bagaimana cara berkelok diantaranya. Masih terus melaju, melawan riak-riak ombak yang seolah-olah ingin menghempaskannya ke tepian.</p>
<p><em>&#8220;Tak mengapa kalaupun harus sedikit menepi. Toh aliran air ini akan kembali membawaku ke tengah, menjauh dari gangguan akar-akar pohon yang menjuntai di tepian.&#8221;</em></p>
<p>Begitu optimis. Memang begitulah seharusnya hidup.</p>
<p>Lajunya semakin lincah. Tak lagi ada halangan, karena semua telah ia pelajari. Tak ada lagi yang namanya tantangan, karena semua telah ia taklukkan. Namun ia terus melaju. Mengikuti aliran air yang terus membawanya. Menjauh&#8230;. dan semakin jauh&#8230;..</p>
<p>Hingga akhirnya ke laut.. Dimana segala simpang air kehidupan bermuara&#8230;</p>
<p>Selamat jalan Gesang!</p>
<p>Salam,</p>
<p><a href="http://wiwikwae.com">-wiwikwae-</a></p>
<p>*Terinspirasi oleh Lagu Bengawan Solo</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em>Catatan : Gesang, menciptakan  Lagu Bengawan Solo pada tahun 1940, ketika ia beusia 23 tahun. Terinspirasi oleh sungai terpanjang dan terbesar di Pulau Jawa. Proses penciptaan lagu ini memakan waktu  sekitar 6 bulan. Setelah Perang Dunia II, pasukanJepang  yang kembali ke negaranya membawa lagu ini bersama mereka. Di sana, lagu  ini menjadi populer setelah dinyanyikan berbagai penyanyi, di antaranya  Toshi Matsuda. (Sumber : wikipedia)</em></p>
<p><em>*gambar diambil dari <a href="http://acehlibrary.net/wp-content/uploads/2009/04/laut-tawar1.jpg">sini</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/05/akhirnya-ke-laut.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>C E M B U R U</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/05/c-e-m-b-u-r-u.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/05/c-e-m-b-u-r-u.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 07:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG POJOK]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<category><![CDATA[Selintaspikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Aku menyukai getar indah ini. Getar indah menyesakkan yang tak bertuan. Getar indah yang mampu menghalau segala rasaku padamu. Pada Senja yang tak harus selalu jingga.



]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-478" title="cemburu" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/05/cemburu-300x225.jpg" alt="cemburu" width="300" height="225" /><em>Dan aku pun mulai cemburu,</em></p>
<p><em>Pada kerlingan nakal itu</em></p>
<p><em>Pada senyum manis yang merontokkan egoku</em></p>
<p><em>Pada rangkaian huruf yang mengganjal mataku</em></p>
<p><em>Pada sapa ramah yang membasuh lelahku</em></p>
<p><em>Pada setiap cerita yang tersajikan untukku</em></p>
<p><em>Pada temaram senja yang tak lagi jingga&#8230;</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p>Gadis itu menatap pendar mentari yang mencipta lengkung indah pelangi. Di ufuk Barat, tempat ia biasa menitipkan segala rindunya pada Sang Senja. Gadis itu tahu, tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan cemburunya kali ini.</p>
<p><em>Aku menyukai getar indah ini. Getar indah menyesakkan yang tak bertuan. Getar indah yang mampu menghalau segala rasaku padamu. Pada Senja yang tak harus selalu jingga.</em></p>
<p>Kuning sempurna Senja membungkus segala rasaku padamu. Pada tawa yang memenjarakan hatiku&#8230;</p>
<p>Salam,</p>
<p><a href="http://wiwikwae.com"><strong>-wiwikwae-</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/05/c-e-m-b-u-r-u.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KEMARIN</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/05/kemarin.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/05/kemarin.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 10:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG POJOK]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<category><![CDATA[Curcol]]></category>

		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Rindunya menggigit...
Masih ia rasakan kegembiraan kala bersama wanita itu. Menikmati berdua tawa yang tersaji, sentuhan tak sengaja yang menggetarkan hati, dan tatap mata yang tak terpungkiri. Ada rindu tersimpan disana...
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium  wp-image-467" title="kucinglv" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/05/kucinglv-300x225.jpg" alt="kucinglv" width="300" height="225" /><em>Yesterday, all my troubles seemed so far away.<br />
Now it looks as though they&#8217;re here to stay.<br />
Oh, I believe in yesterday.</em></p>
<p><em>Suddenly,<br />
I&#8217;m not half the man I used to be,<br />
There&#8217;s a shadow hanging over me,<br />
Oh, yesterday came suddenly.</em></p>
<p><em>Why she had to go<br />
I don&#8217;t know she wouldn&#8217;t say.<br />
I said something wrong, now I long for yesterday&#8230;</em></p>
<p><em></em><br />
Lelaki itu terdiam di temaram malam.<br />
Menikmati indahnya malam yang terasa perih baginya.</p>
<p>Rindunya menggigit&#8230;<br />
Masih ia rasakan kegembiraan kala bersama wanita itu. Menikmati berdua  tawa yang tersaji, sentuhan tak sengaja yang menggetarkan hati, dan tatap mata yang  tak terpungkiri. Ada rindu tersimpan disana&#8230;</p>
<p>Andai saja kemarin masih tetap menjadi kemarin sepanjang hidupnya, tentu  tawa itu akan  tetap menjadi miliknya.<br />
Tawa yang selalu menggairahkan harinya, yang membuatnya bisa melakukan  apapun, termasuk menyakiti hati wanita itu dalam diam.</p>
<p>Menyakitinya&#8230;.</p>
<p>Pernahkan aku melakukan itu? Bukankah dia yang membuaiku dengan  kenikmatan ditempat lain, dan kemudian dengan semena-mena memintaku  untuk meninggalkannya? Dia tidak pernah tahu bahwa rasa bersalah itu,  rasa sakit harus menjauh darinya, dan rasa-rasa tak mengenakkan itu  kemudian harus aku tebus dengan hidup yang tak menggairahkan ini.</p>
<p>Hidup yang tak bisa benar-benar aku nikmati. Hidup yang bahkan aku  sendiri tak tahu mesti diolah seperti apa lagi. Hidup laiknya seorang  zombie, mengikuti ritme hidup tanpa pernah merasakan hidup itu sendiri.  Kosong&#8230;</p>
<p>Sementara dia?</p>
<p>Dia tampak begitu bahagia. Kegembiraan hidupnya bahkan bisa aku rasakan kala bersamanya kemarin.  Ah&#8230;. kemarin&#8230;. kenapa harus ada kemarin, sehingga kemudian hari ini  aku harus terjaga dengan rasa perih yang merintih&#8230;</p>
<p>Andai saja kemarin masih tetap menjadi kemarin&#8230;.</p>
<p>Dibelahan waktu yang lain</p>
<p>Aku menyukai tawa itu, tawa yang dulu pernah aku janjikan untuk selalu  aku letakkan di wajah kekar itu.<br />
Tawa yang kemudian membalut segala perih yang pernah ada&#8230;</p>
<p>Aku hanya ingin selalu melihat kamu tertawa, tak peduli apakah tawa itu  tersaji bersamaku atau dengan yang lain.</p>
<p>Tertawalah. Untuk indah hariku,untuk perih rasaku, dan untuk temaram  hari yang semakin beranjak tua.<br />
Tertawalah. Untuk hidup yang terpilih menjadi tak bermakna, dan<br />
Tertawalah. Untuk kemarin yang tak tahu apakah bisa menjelma menjadi  hari ini.</p>
<p>Dan wanita itu melukis kuningnya senja di sepenggal harinya. Tak  pernah berharap  kemarin akan menjadi hari ini, karena kemarin adalah sepenggal kenangan yang telah terlupa.</p>
<p>Wanita itu segera berkemas, meninggalkan harap lelaki yang tak boleh ada&#8230;.</p>
<p>Semarang, Sebulan kemarin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/05/kemarin.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>GELOMBANG BUDAYA</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/04/gelombang-budaya.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/04/gelombang-budaya.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2010 04:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG BERITA]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[Bahasa]]></category>

		<category><![CDATA[Selintaspikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Kita tak bisa menghindari gelombang kebudayaan yang bergulung-gulung menghampiri pantai kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah memilih salah satu gelombang tersebut untuk dapat membawa kita ke arah seperti yang kita mau. Tidak ada yang benar ataupun salah dalam pemilihan gelombang tersebut, yang ada hanyalah kesiapan mental kita saat menerima hempasannya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-460" title="gelombang2" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/04/gelombang2-300x225.jpg" alt="gelombang2" width="300" height="225" /></p>
<blockquote><p><em>Pelajaran Bahasa Indonesia jadi momok siswa SMA/MA/SMK. 733 siswa gagal UN krn Bahasa Indonesia. IRONISSSS&#8230;!!!</em></p></blockquote>
<p>Begitu isi tweet <a href="http://twitter.com/sofyanr">@sofyanr</a> yang saya terima melalui akun <a href="http://twitter.com/SamTUG">@SamTUG</a>. Saya terkesiap melihat angka 733 tersebut. Terlepas apakah data tersebut benar atau tidak, tapi tetap saja membuat saya trenyuh. Apa yang membuat para pelajar, para penerus bangsa ini, kesulitan memahami bahasa mereka sendiri? Kesalahan ini terletak pada kurikulum tersebut atau pada kapasitas si pelajar dalam menghadapi gelombang budaya yang terus bergulung menghampiri mereka?</p>
<p><em>&#8220;Tak usah malu, apalagi takut salah. Wajar jika ada kesalahan dalam percakapan Bahasa Inggris, karena itu kan bukan bahasa ibu&#8230;&#8221;</em></p>
<p>Dulu guru Bahasa Inggris saya pernah berkata demikian. Benar, tak usah malu jika kita tak mahir bercakap-cakap menggunakan bahasa asing yang bukan menjadi bahasa percakapan sehari-hari kita. Toh akan banyak permakluman yang akan diberikan terkait dengan kesalahan tersebut.</p>
<p>Namun kini, di era globalisasi, era postmordenisasi, semuanya berbalik. Kawan-kawan saya justru akan berlomba untuk langsung mengkoreksi jika terjadi salah <em>grammar</em>, baik dalam ucapan maupun tulisan yang menggunakan Bahasa Inggris. Tapi tidak sebaliknya dengan Bahasa Indonesia.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Sepertinya saat ini kita sedang masuk dalam fase sejarah kebudayaan dimana dunia Timur secara diam-diam sedang berusaha untuk meniru budaya Barat. Demikian pula dengan Budaya Barat yang seakan-akan lebih mirip dengan Budaya Timur. Dan faktor inilah yang mungkin jadi salah satu pemicu pergeseran kepentingan dalam kebudayaan itu sendiri. Lebih penting untuk mahir dan menguasai budaya luar, dibanding menguasai budaya sendiri.</p>
<p><strong>SUDAH SEHARUSNYA</strong>, jika kita menguasai kebudayaan sendiri. Dan <strong>SUNGGUH MEMBANGGAKAN</strong> jika kita bisa menguasai kebudayaan asing (dalam arti yang positif). Faktor pemikiran seperti ini juga menjadi salah satu alasan kenapa kita kemudian mengabaikan budaya sendiri.</p>
<p>Dan di era yang semakin global, era dimana komunikasi berjalan dengan sangat cepat, semua bangsa seolah-olah ditarik ke dalam satu ruang, bercampur, dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk saling belajar.</p>
<p>Kita tak bisa menghindari gelombang kebudayaan yang bergulung-gulung menghampiri pantai kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah memilih salah satu gelombang tersebut untuk dapat membawa kita ke arah seperti yang kita mau. Tidak ada yang benar ataupun salah dalam pemilihan gelombang tersebut, yang ada hanyalah kesiapan mental kita saat menerima hempasannya.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya, sudahkah bangsa ini mempersiapkan mental para generasi muda, generasi penerus bangsa, untuk menghadapi pilihan gelombang kebudayaan yang terus bergulung tersebut? Akankah sang penerus bangsa kelak memilih gelombang yang akan menghantarkan mereka berselancar menjauh, atau malah memberikan hiasan tersendiri dengan deburan ombaknya yang menghantam karang pantai ini?</p>
<p>Jawabannya hanyalah : Seberapa peduli kita dengan negeri ini.</p>
<p>Salam,</p>
<p><a href="http://wiwikwae.com"><strong>-wiwikwae-</strong></a></p>
<div><em>*gambar diambil dari <a href="http://ariefmyguitar.files.wordpress.com/2007/12/gelombang2.jpg">sini</a></em><strong><br />
</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/04/gelombang-budaya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TUHAN ALLAH YANG BEDA</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/04/tuhan-allah-yang-beda.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/04/tuhan-allah-yang-beda.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2010 08:07:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG BERITA]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG INSPIRASI]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Selintaspikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Hanya karena sebutan Tuhan yang beda, maka atas nama Tuhan pula kita perangi yang beda tersebut. Hanya karena ritual puja-puji yang beda, maka kita berhak mengajarkan dengan cara kita bagaimana yang seharusnya. Dan setelahnya, setelah kehancuran dan kesakitan itu, kita merasa telah menjadi yang luar biasa.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-450 alignleft" title="godislove" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/04/godislove-281x300.jpg" alt="godislove" width="281" height="300" />Pembakaran rumah ibadah. Untuk kesekian kalinya, berita tentang pengrusakan rumah ibadah terjadi di negeri tercinta ini. Bukan hal baru, sehingga berita-berita semacam ini hanya akan eksis dan menuai simpati dalam hitungan hari.</p>
<p>Hanya karena sebutan Tuhan yang beda, maka atas nama Tuhan pula kita perangi yang beda tersebut. Hanya karena ritual puja-puji yang beda, maka kita berhak mengajarkan dengan cara kita bagaimana yang seharusnya. Dan setelahnya, setelah kehancuran dan kesakitan itu, kita merasa telah menjadi yang luar biasa.</p>
<p>Sungguh menyedihkan&#8230;</p>
<p>Saya jadi teringat tentang kisah Sir Isaac Newton dan anjingnya. Saat lompatan anjing kesayangan tersebut tanpa sengaja menyenggol lilin yang mengakibatkan hasil penelitian-penelitian orisinalnya terbakar, hati Newton sangat sedih dan hancur berkeping-keping. Dilihatnya sang anjing, sembari membelainya dengan lembut, dia berkata, &#8220;Kau tak akan pernah bisa memahami apa yang telah kau perbuat.&#8221; Meskipun sang anjing mungkin bisa saja memahami bahwa sesuatu telah terjadi, tapi mustahil baginya untuk memahami jenis tragedinya.</p>
<p>Sama halnya, jarak esensial yang seperti itulah yang membuat kita tak pernah tahu apa yang dirasakan Tuhan dengan perbuatan kesewenang-wenangan kita. Banyak orang mengklaim bahwa menempuh jalur A adalah hal yang diinginkan Allah. Lakukan segala cara, sepanjang itu mengarah ke jalur A, maka Allah akan memberkati. Kita lupa, bahwa ada kesenjangan disini. Bukan kesenjangan moral, tapi kesenjangan kapasitas. Lebih mudah bagi kita untuk berpikir tentang waktu daripada berpikir tentang kekekalan. Lalu, bagaimana mungkin kita bisa menggambarkan perasaan Allah terkait dengan polah kita, jika kita sendiri terikat dengan ketidaksempurnaan dan waktu? Bagaimana mungkin kita dapat memahami alam supernatural jika kita begitu dibatasi oleh alam natural?</p>
<p>Jika kemudian ada kesenjangan kapasitas dalam memahami entitas keillahian, kenapa kita harus memaksakan diri untuk selalu memuaskan Allah dengan cara-cara kita? Kenapa kita tidak berkonsentrasi kepada sesuatu yang tidak melampaui akal pikiran serta perasaan kita sebagai manusia?</p>
<p>Ah, bahasa besar&#8230;.</p>
<p>Saya jadi teringat kata-kata sederhana ayah saya, &#8220;Gusti kuwi bagusing ati. Jadi kalau kamu ingin dekat dengan Gusti Allah, baguskanlah hatimu.&#8221; Simpel, tidak menggunakan bahasa yang ndakik-ndakik setinggi langit. Namun makna yang terkandung dalam kalimat tersebut sangatlah dalam.</p>
<p>Dan dasar dari &#8220;bagusing ati&#8221; adalah CINTA..</p>
<p>Dengan CINTA, kita mampu menaklukkan segala macam dendam, menghapuskan benci, dan melahirkan sebuah ketulusan hati untuk melakukan apapun dengan kebaikan.</p>
<p>Sungguh, saya selalu bersedih jika ada pertikain di negeri ini didasari atas sebuah perbedaan. P-E-R-B-E-D-A-A-N  bagi saya hanya berupa rangkaian huruf, yang akan menjadi tak bermakna apa-apa jika kita menganggapnya demikian.</p>
<p>Tapi saya tak mampu berbuat apa-apa selain berucap astaghfirullah&#8230;. Saya belum pernah berada dalam kelompok yang teraniaya. Tapi untuk merasakan betapa tak enaknya diperlakukan semena-semena, kita hanya perlu menggunakan hati&#8230;</p>
<p>Jangan tanya saya, tanyalah pada HATI anda sendiri, sudahkah ada CINTA disana?</p>
<p>Salam,</p>
<p>-wiwikwae-</p>
<p><em>*gambar diambil dari <a href="http://img155.imageshack.us/img155/793/godisloveew7.jpg">sini</a></em></p>
<p align="left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/04/tuhan-allah-yang-beda.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SENJA</title>
		<link>http://www.wiwikwae.com/2010/04/434.html</link>
		<comments>http://www.wiwikwae.com/2010/04/434.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 04:02:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiwikwae</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FEATURED]]></category>

		<category><![CDATA[GUDANG POJOK]]></category>

		<category><![CDATA[HEADLINE]]></category>

		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.wiwikwae.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[

Tak ada yang menarik dari senja kali ini. Tapi, tetap saja aku menyukainya.
Menyukai setiap detik perubahan yang terjadi. 

Dari semburat jingga yang menyejukkan, hingga menjadi gelapnya malam.

Demikian pula hidup.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-440" title="senja2" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/04/senja2-300x77.jpg" alt="senja2" width="572" height="147" /></p>
<p>Tak ada yang menarik dari senja kali ini. Tapi, tetap saja aku  menyukainya. Menyukai setiap detik perubahan yang terjadi. Dari semburat jingga yang  menyejukkan, hingga menjadi gelapnya malam.</p>
<p>Demikian pula hidup.</p>
<p>Kemarin, kita masih dinaungi oleh cerianya pagi dan semangatnya mentari. Kini, meski belum jua semburat jingga, namun kesejukkan itu telah  terasa.</p>
<p>Dan kelak, sebelum gelap menerpa,</p>
<p>aku ingin ada rembulan disana.<br />
Menghiasi temaram senja, hingga gelap malam tak lagi kurasa.</p>
<p>Dan aku ingin, rembulan itu adalah kamu&#8230;</p>
<p><img class="aligncenter  size-medium wp-image-435" title="senja-rembulan" src="http://www.wiwikwae.com/wp-content/uploads/2010/04/senja-rembulan-300x199.jpg" alt="senja-rembulan" width="300" height="199" /></p>
<p><em>Awal April, menjelang pergantian hari&#8230;</em></p>
<p><em>*picture courtessy : Ramlan Ritonga &amp; Koleksi Tommy Affandhi<br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.wiwikwae.com/2010/04/434.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
