Home » FEATURED, GUDANG POJOK, HEADLINE

Di PINGGIR JALAN KESUNYIAN

23 July 2010 8 komenwae

lonely-nightAngin masih membawa terbang sang daun. Musim yang tak menentu ini membuatnya enggan untuk terbang jauh. Namun entah bagaimana mulanya, daun tiba-tiba berada pada ranting pohon itu. Pohon yang berdiri kokoh di pinggir jalan kesunyian.

Pohon yang menawarkan keteduhan. Pohon yang aliran perhatian dari sang akar membuat daun tak pernah merasa kering. Pohon yang menawarkan rantingnya untuk dapat disinggahi daun, meski mungkin hanya untuk sementara.

Daun menikmati lengangnya hari yang disuguhkan Pohon. Tak perlu banyak pertanyaan, hanya keceriaan dan kemesraan. Di Jalan Kesunyian itu, daun bisa merasakan nikmatnya berayun manja pada ranting pohon tanpa harus takut diusik oleh desir angin.

Bagi daun, pohon adalah,

Bayangan yang meneduhkan sedih lara hati

Sang kekar yang menguatkan labil diri

Pribadi penuh tawa yang menceriakan hari

Sosok tak terduga di barisan para pengantri

Dentingan bunyi yang selalu ia nanti

Dan sesuatu yang tak ingin cepat-cepat ia tinggal pergi.

Dan aku……

Aku adalah hijau yang menceriakan penatnya hari

Pengubah desir angin menjadi semilir di siang nan terik

Bayang pelengkap di temaram senja

Lagu syahdu di jelang malam yang mulai sepi

Lalu kami pun berpadu menjadi bagian dari kisah sunyi yang tak hendak dibagi.

Musim masih saja terus berganti tak sesuai periode waktu. Saat ada kesempatan untuk pergi, Daun justru menemukan alasan untuk tetap tinggal.

……

Daun pergi, karena tertiup angin atau karena pohon tak memintanya untuk tinggal?

Salam,

-wiwikwae-

*Terinspirasi oleh tulisan Daun, Pohon, dan Angin. Yang pernah ditulis juga disini

image diambil dari sini

8 komenwae »

  • jensen yermi said:

    Mungkin bukan karena tertiup angin atau pohon tak memintanya untuk tinggal.. mungkin hujan menjatuhkan sang daun, lalu aliran air membawanya pergi, dan ia lupa cara kembali ke pohon tersebut…

  • wiwikwae (author) said:

    @jensen yermi : baca komenmu malah bikin sedih….

  • Chic said:

    daun pergi, bukan hanya karena tertiup angin, tetapi juga karena pohon tidak memintanya untuk tinggal.
    It’s take two to tango, right? :)

  • Pohon said:

    Kenapa harus pergi? Please don’t go….

  • wiwikwae (author) said:

    @chic : no comment. hihi….

  • mikow said:

    bumi akan selalu menerima dengan tulus daun yg gugur bagaimanapun bentuknya

  • wiwikwae said:

    @mikow : bijak sekali mas….

  • el afiq said:

    daun sadar ia terbang, setidaknya ia tahu kenapa demikian.

    tanyakan pada rumput yang bergoyang.. eh.. :D

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.